Minggu, 26 Maret 2017

MERINDU (Surat Untuk Ibu)



      Tak mudah untuk melupakanmu. Begitu banyak kenangan yang telah kau tinggalkan. Entah itu manis atau pahitnya kehidupan yang telah kita lalu bersama. Bagaimana cara kau menuntunku kedalam kehidupan yang lebih baik bahkan cara kau mengajariku saat aku tidak tau apapun. Begitu tulusnya senyumanmu saat kita merasakan kebahagiaan bersama. Ketika aku menangis karena tidak bisa mengerjakan satu hal, dengan sabarnya kau mengajariku sampai aku mengerti. Walaupun aku tau, saat itu kau sangat amat lelah.
      Sampai suatu ketika engkau dipanggil oleh Sang Maha Kuasa, aku belum sempat menceritakan pengalaman hidupku yang amat menyenangkan karena dipenuhi oleh kasih sayangmu dengan cara yang berbeda dari kebanyakan ibu di dunia ini. Betapa beruntungnya aku dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat hebat sepertimu. Setiap saat aku panjatkan doa kepada Sang Maha Kuasa agar kau ditempatkan di tempat yang paling mulia.
      Kini rindu ini tak tertahan lagi, sampai tak ku sadari saat aku mengetik semua ini air dari mataku mengalir tak terhenti. Mengenang saat-saat indah bersamamu. Bukannya aku tak mau mengenang saat-saat susah, hanya saja aku tak sanggup kalau sampai air mataku mengalir dua kali. Karena aku tau, kaupun pasti tak rela jika anakmu mengenang semua kenangan pahit saat kita bersama. Kau pasti menginginkan kebahagiaan untuk anakmu. Maka dari itu aku hanya mau mengenang masa-masa indah saja. Agar kaupun disana merasa bahagia. Ibu, aku sungguh merindukanmu. Semoga kau tenang di sisi Sang Maha Kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar