Tak mudah untuk melupakanmu. Begitu banyak
kenangan yang telah kau tinggalkan. Entah itu manis atau pahitnya kehidupan
yang telah kita lalu bersama. Bagaimana cara kau menuntunku kedalam kehidupan
yang lebih baik bahkan cara kau mengajariku saat aku tidak tau apapun. Begitu tulusnya
senyumanmu saat kita merasakan kebahagiaan bersama. Ketika aku menangis karena
tidak bisa mengerjakan satu hal, dengan sabarnya kau mengajariku sampai aku
mengerti. Walaupun aku tau, saat itu kau sangat amat lelah.
Sampai suatu ketika engkau dipanggil oleh
Sang Maha Kuasa, aku belum sempat menceritakan pengalaman hidupku yang amat
menyenangkan karena dipenuhi oleh kasih sayangmu dengan cara yang berbeda dari
kebanyakan ibu di dunia ini. Betapa beruntungnya aku dilahirkan dari rahim
seorang ibu yang sangat hebat sepertimu. Setiap saat aku panjatkan doa kepada
Sang Maha Kuasa agar kau ditempatkan di tempat yang paling mulia.
Kini rindu ini tak tertahan lagi, sampai
tak ku sadari saat aku mengetik semua ini air dari mataku mengalir tak
terhenti. Mengenang saat-saat indah bersamamu. Bukannya aku tak mau mengenang
saat-saat susah, hanya saja aku tak sanggup kalau sampai air mataku mengalir
dua kali. Karena aku tau, kaupun pasti tak rela jika anakmu mengenang semua
kenangan pahit saat kita bersama. Kau pasti menginginkan kebahagiaan untuk
anakmu. Maka dari itu aku hanya mau mengenang masa-masa indah saja. Agar kaupun
disana merasa bahagia. Ibu, aku sungguh merindukanmu. Semoga kau tenang di sisi
Sang Maha Kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar