Oleh: Maydha Trie Rahmayanti
Banyak rasa yang tidak dapat dianalisis oleh logika.
Namun bisa dirasakan oleh ketulusan.
Seperti rasa rindu ini yang tak dapat terus dipendam.
Namun, setelah sekian lama rasa rindu yang menggebu ini tidak terbalas.
Akhirnya rindu ini semakin hancur dan semakin halus lalu hilang begitu saja tertiup angin.
Dan kini, hati ini kosong.
Sunyi, sepi, gelap gulita tak berpenghuni.
Aku tak tahu lagi harus mencari kemana rasa yang hilang itu.
Ia menghilang begitu saja tanpa pamit dan meninggalkan jejak.
Haruskah aku berlari ke hutan untuk mencari rindu yang telah pergi tanpa pamit?
Ataukah membiarkan hati ini kosong sampai menemukan penghuni baru yang siap menerangkan dan meramaikan hati ini?
Setelah berikhtiar dan selalu berdoa, namun hasil tetap sama.
Kuserahkan semua kepada Sang Ilahi.
Karena aku percaya, semua yang dirasakan kini hanya bersifat sementara.
Karena pada dasarnya manusia dilahirkan berpasangan.
Karena Allah tidak akan menyulitkan suatu kaum melebihi batas kemampuan.
Asal kita mau bersabar, berusaha dan berdoa.
Semua karena Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak ingin merubah dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar