Minggu, 30 Oktober 2016

Sejenak Alunan Lirih Tentangmu

Oleh: - D -

Kamu adalah awalanku menjalani cerita panjang ini. Kamu, aku suka namamu. Aku suka senyummu. Aku suka nyanyian sumbangmu. Aku suka petikan gitarmu. Aku suka candamu. Aku suka suaramu. Aku suka keberanianmu. Ya, aku paling suka keberanianmu!
Aku tau bukanlah hal mudah menjalani hubungan dengan  seorang gadis yang tk direstui orang tuanya.
Batinku meringis. Laki-laki yang pertama kalinya datang ke rumahku ini tak mampu merebut hati kedua orang tua ku.
Dia-adalah yang pertama bagiku ibu.
Aku tau, akan ada berbagai hal sulit ke depannya setelah pertemuan ini. Namun aku terlalu penasaran hingga kuputuskan untuk tetap bertahan. Aku penasaran dengan sosokmu yang mulai membuatku tersenyum diam-diam di penghujung malam. Aku penasaran pada sosok yang selalu menceritakan kecintaannya terhadap Ibunya yang tak mungkin tergantikan. Dan aku sangat penasaran pada sosok yang selalu menghargaiku dengan hal yang tak pasaran. Iya aku terlalu penasaran hingga tak sadar bahwa aku telah terbenam dalam kekaguman. Aku lupa keadaanku, aku lupa orangtua ku. Mereka tak mengijinkanku untuk mengenalmu terlalu jauh. Aku selalu bilang bahwa kamu hanya temanku, tapi mereka tetap menyuruhku untuk menjauh. Ah, kisah itu sudah lama sekali rasanya, aku tak ingin cerita lagi. Dadaku masih saja sesak.
Hey kamu yang selalu kutuangkan namamu dalam doa, aku ingin sekali mematikanmu dalam ingatan. Mengingat perihnya penantian, mengenang dalamnya goresan tinta kelam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar